Petak Sembilan, Jakarta

IMG_0795

Menjelajah pecinan di Jakarta dan mengabadikan kelenteng-kelenteng indah di sana. Kalau mau, kita bisa belanja dan jajan di kawasan perniagaan yang sibuk ini. Siapkan kamera, sandal, serta topi, untuk menjelajahinya.

IMG_0755

Seorang pengunjung sedang beribadah di depan wadah hio di vihara Jin Den Yuan

IMG_0733

Detail di altar ibadah yang menarik untuk diabadikan

IMG_0720

Altar di sebuah vihara kecil di kawasan Petak Sembilan yang selalu dijaga oleh petugas

IMG_0651

Rekam detail di sudut-sudut kelenteng sebagai pelengkap stok foto

IMG_0633

Teras dari kelenteng yang bernama Kwan Tee Bio ini terletak di Gang Lamceng, Jalan Perniagaan.

IMG_0844

Hiasan di salah satu dinding vihara Dharma Bakti

IMG_0683

Altar indah di vihara Tanda Bhakti. Kelenteng yang berada di pinggir kali ini memiliki ukiran dan hiasan yang indah.

IMG_0659

Ruangan dalam di vihara kecil bernama Budhi Dharma. Berukuran kecil namun desain luarnya menarik mata untuk melihatnya.

Petak Sembilan sudah terkenal sebagai kawasan pecinan untuk bisnis maupun ibadah. Ya, terkait yang terakhir, banyak kelenteng atau wihara di kawasan ini. Mulai dari yang besar hingga yang kecil dan berada di dalam gang mungil. Dua yang terbesar adalah kelenteng Dharma Bakti (dulu bernama Jin Den Yuan) dengan tiga bangunan kelenteng yang cukup besar. Di sinilah pusat keramaian ketika Imlek datang.

Satu lagi kelenteng besar adalah kelenteng Toasebio yang berada di Jalan Kemenangan 3. Selanjutnya, langkahkan kaki lagi ke arah kawasan Tambora dan Toko Tiga. Di persimpangan dekat kali kecil, kita bisa menemukan sebuah kelenteng lagi yang juga memiliki desain bangunan yang apik. Kelenteng bernama Kai Zhang She G Wang Mio atau disebut juga vihara Tanda Bhakti. Ada beberapa lagi kelenteng di kawasan Perniagaan. Kebanyakan memang berukuran kecil, namun tetap menarik untuk diabadikan karena setiap kelenteng menyimpan kekhasannya sendiri.

Untuk memotret di kelenteng yang biasanya berpencahayaan rendah memang membutuhkan teknik tersendiri. Selain itu, karena acara penjelajahan ini cukup jauh, maka jangan lupa menyiapkan perbekalan. Memotret dengan kamera yang ringkas dan ringan akan sangat membantu. Sandal atau sepatu yang nyaman dipakai membuat perjalanan lebih nikmat. Jangan lupa untuk membawa bekal minuman dan makanan. Sebaiknya lakukan perjalanan dari pagi  agar tidak terlalu kepanasan saat melakukan perjalanan.

Berburu foto keindahan kelenteng di kawasan Petak Sembilan seperti kata pepatah “Sekali merengkuh dayung, dua-tiga pulau terlampaui”. Dengan berjalan kaki, kita bisa sekaligus berolahraga sambil berburu foto. Ada wihara Ariya Marga. Vihara yang bernama Kwan Tee Bio ini terletak di Gang Lamceng, Jalan Perniagaan. Mintalah izin untuk berkunjung ke kelenteng kecil ini. Sambangi juga Budhi Dharma,  vihara yang berada di Jalan Perniagaan no 69. Berukuran kecil namun desain luarnya menarik mata untuk melihatnya. Isi dari lenteng ini sederhana.

Tiga vihara yang ramai adalah Tanda Bhakti, Dharma Jaya, dan Dharma Bakti. Tanda Bhakti memiliki lapangan luas dengan tempat sembahyang di bagian depannya. Kelenteng yang berada di pinggir kali ini memiliki ukiran dan hiasan yang indah. Dharma Jaya berada di daerah pemukiman yang cukup padat, kelenteng ini termasuk yang sering dikunjungi. Altar sembahyangnya lebih dari satu dan banyak hiasan menarik di sini. Sedangkan Dharma Bhakti merupakan kelenteng terbesar di kawasan Petak Sembilan. Ada tiga bangunan kelenteng yang dapat kita kunjungi. Sering dikunjungi turis mancanegara.

Konon, kelenteng Dharma Bakti– yang berada di Jalan Jl Kemenangan III no 19, Petak Sembilan–dibangun tahun 1650 oleh seorang letnan asal Tionghoa bernama Kwee Hoen dan menamakannya Koan lm Teng atau berarti Paviliun Koan lm. Dahulunya bernama Jin De Yuan, dibangun untuk menghormati Dewi Kwan Im. Pintu utamanya berada di selatan yang berupa gapura naga merah. Sebelah kiri gerbang ada tiga bangunan kelenteng yang berderet. Di halaman kedua terdapat kelenteng utama menghadap ke selatan berikut dua singa (Bao Gu Shi) yang konon berasal dari Provinsi Kwangtung, Tiongkok Selatan.

Ikon-plane

Untuk menuju ke Petak Sembilan, mudah saja caranya. Misalnya datang dari Jakarta Pusat, semisal Semanggi. Kita cukup menaiki transportasi umum TransJakarta menuju stasiun Kota, di Jakarta. Selanjutnya, turun di stasiun pemberhentian Glodok. Setelah turun di stasiun ini, kita tinggal menyeberang ke arah Pasar Pancoran atau Pasar Asemka, bukan ke arah Plaza Orion, Glodok. Dari sini kita sudah mulai menjelajah kawasan Pecinan. Dari gang pertama di sebelah kiri jalan menuju ke pasar Asemka, kita sudah berada di jalan Kemenangan di mana beberapa kelenteng besar berada. Mulailah menyusuri jalan ini yang dipenuhi para pedagang beragam barang.

ikon-kamera

Jika kita tak ingin banyak berjalan, maka dengan mengunjungi kelenteng ini kita sudah bisa mendapatkan banyak obyek untuk direkam. Masuklah ke kelenteng paling besar dan kita akan disajikan beragam jenis lilin besar, khususnya ketika masa Imlek datang. Bagian tengahnya memiliki atap terbuka sehingga terkadang ada cahaya matahari masuk yang membuat suasana semakin terlihat cantik dan dramatis.

Gear: Canon PowerShot S100

ikon-map


Lihat Peta Lebih Besar



Leave a Reply